Teks Foto: Ilustrasi Pembangunan.
Linktodaynews.id - Jakarta
Bripka AS diduga menghabisi nyawa adik iparnya sendiri, FAN (21), seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang. Pembunuhan ini mengungkap sisi gelap rumah tangga pelaku yang selama ini dikenal berkecukupan.
Menurut sopir keluarga korban, Felani (32), Bripka AS telah tiga kali bercerai sebelum menikahi Husnawiyah, kakak korban. Pernikahan itu telah berjalan hampir empat tahun dan dikaruniai satu anak, sementara sang istri kini tengah hamil.
Pelaku diketahui pernah bertugas di Polsek Tiris sebelum dipindahkan ke Polsek Krucil. Alasan pemindahan tersebut tidak diketahui pasti.
Meski telah mendapat berbagai fasilitas dari mertuanya, H Ramlan—pengusaha besar di desa—perilaku Bripka AS justru dinilai tidak tahu diri. Bahkan mobil Strada Triton double cabin yang terekam CCTV di lokasi kejadian diketahui dibelikan langsung oleh ayah korban.
Korban Dicekik dan Dipukul
Jasad FAN ditemukan telentang di dasar sungai kering di Jalan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Selasa (16/12/2025). Posisi kaki tertekuk, pakaian lengkap.
Hasil autopsi menunjukkan tanda kekerasan berat: **bekas cekikan di leher, pukulan di dahi, tekanan di nadi, serta cubitan di paha**. Temuan ini menguatkan dugaan pembunuhan.
Keluarga juga menyoroti kejanggalan. Rambut dan wajah korban berlumur lumpur, namun helm yang dikenakan terlihat bersih seperti baru. Sepeda motor dan helm korban justru ditemukan di kos, sementara tas dan ponsel hilang. Keluarga menduga korban sengaja dibuat seolah-olah menjadi korban begal.
Rekaman CCTV menunjukkan FAN dijemput ojek online sekitar pukul 20.14 WIB. Di waktu berdekatan, mobil Triton milik Bripka AS terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi penemuan jasad.
Sempat Ikut Urus Jenazah
Sebelum ditangkap Tim Jatanras Polda Jatim, Bripka AS sempat datang ke RS Bhayangkara Watukosek, tempat autopsi korban dilakukan. Ia datang atas permintaan mertuanya dan sempat masuk ke area kamar jenazah, namun tidak membuka kantong mayat.
Tak lama kemudian, Bripka AS ditangkap polisi. Penangkapan diperkuat rekaman CCTV yang mengarah langsung ke mobil miliknya.
Hubungan Tak Harmonis
Motif sementara, keluarga menyebut hubungan Bripka AS dengan korban sejak lama tidak harmonis, termasuk dengan kakak istrinya.
Kini kasus tersebut ditangani Polda Jatim. Dugaan kuat mengarah pada pembunuhan berencana dengan upaya pengaburan fakta. (*)
Bripka AS diduga menghabisi nyawa adik iparnya sendiri, FAN (21), seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang. Pembunuhan ini mengungkap sisi gelap rumah tangga pelaku yang selama ini dikenal berkecukupan.
Menurut sopir keluarga korban, Felani (32), Bripka AS telah tiga kali bercerai sebelum menikahi Husnawiyah, kakak korban. Pernikahan itu telah berjalan hampir empat tahun dan dikaruniai satu anak, sementara sang istri kini tengah hamil.
Pelaku diketahui pernah bertugas di Polsek Tiris sebelum dipindahkan ke Polsek Krucil. Alasan pemindahan tersebut tidak diketahui pasti.
Meski telah mendapat berbagai fasilitas dari mertuanya, H Ramlan—pengusaha besar di desa—perilaku Bripka AS justru dinilai tidak tahu diri. Bahkan mobil Strada Triton double cabin yang terekam CCTV di lokasi kejadian diketahui dibelikan langsung oleh ayah korban.
Korban Dicekik dan Dipukul
Jasad FAN ditemukan telentang di dasar sungai kering di Jalan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Selasa (16/12/2025). Posisi kaki tertekuk, pakaian lengkap.
Hasil autopsi menunjukkan tanda kekerasan berat: **bekas cekikan di leher, pukulan di dahi, tekanan di nadi, serta cubitan di paha**. Temuan ini menguatkan dugaan pembunuhan.
Keluarga juga menyoroti kejanggalan. Rambut dan wajah korban berlumur lumpur, namun helm yang dikenakan terlihat bersih seperti baru. Sepeda motor dan helm korban justru ditemukan di kos, sementara tas dan ponsel hilang. Keluarga menduga korban sengaja dibuat seolah-olah menjadi korban begal.
Rekaman CCTV menunjukkan FAN dijemput ojek online sekitar pukul 20.14 WIB. Di waktu berdekatan, mobil Triton milik Bripka AS terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi penemuan jasad.
Sempat Ikut Urus Jenazah
Sebelum ditangkap Tim Jatanras Polda Jatim, Bripka AS sempat datang ke RS Bhayangkara Watukosek, tempat autopsi korban dilakukan. Ia datang atas permintaan mertuanya dan sempat masuk ke area kamar jenazah, namun tidak membuka kantong mayat.
Tak lama kemudian, Bripka AS ditangkap polisi. Penangkapan diperkuat rekaman CCTV yang mengarah langsung ke mobil miliknya.
Hubungan Tak Harmonis
Motif sementara, keluarga menyebut hubungan Bripka AS dengan korban sejak lama tidak harmonis, termasuk dengan kakak istrinya.
Kini kasus tersebut ditangani Polda Jatim. Dugaan kuat mengarah pada pembunuhan berencana dengan upaya pengaburan fakta. (*)