Teks Foto: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.
Linktodaynews.id - Jakarta
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengungkapkan, terdapat beberapa sekolah terdampak banjir bandang dan longsor di Pulau Sumatera yang harus direlokasi.
Menurut penjelasannya, relokasi dibutuhkan karena sekolah yang dimaksud berada di daerah rawan pascabencana Sumatera.
"Yang sudah kami lakukan, beberapa yang kami kunjungi memang ada sekolah-sekolah yang dia tidak mungkin dipertahankan, karena lokasinya di daerah yang berbahaya, tidak aman," ungkap Abdul Mu'ti dalam keterangannya, Minggu (8/12/2025).
"Sehingga memang harus dibangun sekolah baru, di lokasi yang baru," sambungnya.
Adapun proses relokasi sekolah akan dilakukan melalui koordinasi pemerintah daerah sesuai kewenangan jenjang sekolah
"Tapi ini juga memang nanti harus koordinasi dengan, kalau itu SMA, SLTA itu harus dengan pemerintah provinsi, kalau SD atau SMP dengan pemerintah kabupaten kota," ujarnya.
Ia memastikan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk pendataan sekolah yang mengalami kerusakan, baik berat, sedang, maupun ringan.
"Kami terus meng-update berapa jumlah sekolah yang rusak berat, rusak ringan, dan juga rusak sedang. Nanti, datanya belum bisa kami sampaikan karena masih dinamis datanya," tegasnya.
Seperti diketahui, bencana banjir dan longsor terjadi di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara pada akhir November 2025 lalu.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), per Minggu (7/12) korban meninggal dunia di tiga provinsi tersebut mencapai 921 orang.
“Kami laporkan, untuk korban jiwa per hari ini meninggal dunia 921 orang, hilang 392 orang, mengungsi 975.079 orang,” ucapnya, Minggu, dipantau dalam Breaking News Kompas TV.
Ia merincikan, di Sumatera Utara, korban meninggal 329 orang dan hilang 82 orang.
Sementara Sumatera Barat, korban meninggal dunia 226 orang dan yang masih dalam pencarian sebanyak 213 orang.
“Untuk di Aceh sendiri yang meninggal dunia 366 orang, hilang 97 orang,” tuturnya. (*)
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengungkapkan, terdapat beberapa sekolah terdampak banjir bandang dan longsor di Pulau Sumatera yang harus direlokasi.
Menurut penjelasannya, relokasi dibutuhkan karena sekolah yang dimaksud berada di daerah rawan pascabencana Sumatera.
"Yang sudah kami lakukan, beberapa yang kami kunjungi memang ada sekolah-sekolah yang dia tidak mungkin dipertahankan, karena lokasinya di daerah yang berbahaya, tidak aman," ungkap Abdul Mu'ti dalam keterangannya, Minggu (8/12/2025).
"Sehingga memang harus dibangun sekolah baru, di lokasi yang baru," sambungnya.
Adapun proses relokasi sekolah akan dilakukan melalui koordinasi pemerintah daerah sesuai kewenangan jenjang sekolah
"Tapi ini juga memang nanti harus koordinasi dengan, kalau itu SMA, SLTA itu harus dengan pemerintah provinsi, kalau SD atau SMP dengan pemerintah kabupaten kota," ujarnya.
Ia memastikan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk pendataan sekolah yang mengalami kerusakan, baik berat, sedang, maupun ringan.
"Kami terus meng-update berapa jumlah sekolah yang rusak berat, rusak ringan, dan juga rusak sedang. Nanti, datanya belum bisa kami sampaikan karena masih dinamis datanya," tegasnya.
Seperti diketahui, bencana banjir dan longsor terjadi di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara pada akhir November 2025 lalu.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), per Minggu (7/12) korban meninggal dunia di tiga provinsi tersebut mencapai 921 orang.
“Kami laporkan, untuk korban jiwa per hari ini meninggal dunia 921 orang, hilang 392 orang, mengungsi 975.079 orang,” ucapnya, Minggu, dipantau dalam Breaking News Kompas TV.
Ia merincikan, di Sumatera Utara, korban meninggal 329 orang dan hilang 82 orang.
Sementara Sumatera Barat, korban meninggal dunia 226 orang dan yang masih dalam pencarian sebanyak 213 orang.
“Untuk di Aceh sendiri yang meninggal dunia 366 orang, hilang 97 orang,” tuturnya. (*)