Pertamina Bantu Pemulihan Sekolah Pascabanjir di Buleleng

Teks Foto: Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyalurkan bantuan bagi warga Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, yang terdampak banjir bandang pada Jumat (6/3/2026).

Linktodaynews.id - Jakarta

Pertamina Patra Niaga menyalurkan bantuan sosial untuk membantu meringankan beban korban bencana banjir bandang di Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali.

“Melalui bantuan ini kami berharap proses pemulihan, baik di sekolah maupun di lingkungan terdampak dapat berjalan lebih cepat, sehingga aktivitas warga dan kegiatan belajar bisa kembali normal,” kata Manajer Komunikasi, Relasi dan CSR Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara dikutip Antara, Rabu (11/3/2026).

Penyerahan bantuan dilakukan di dua lokasi, yakni di SDN 5 Banjar dan Posko Pengungsian Desa Banjar, Kabupaten Buleleng melibatkan unit operasi, yakni Terminal BBM (AFT) Ngurah Rai, Terminal BBM Sanggaran dan Terminal Terintegrasi Manggis Karangasem.

Untuk di SDN 5 Banjar, pihaknya menyerahkan bantuan berupa pompa air, rak buku besi, serta perlengkapan alat tulis yang diterima perwakilan guru setempat, Ketut Semadi.

“Bantuan buku, alat tulis, dan rak buku ini tentu sangat membantu kami agar anak-anak bisa kembali belajar dengan lebih nyaman,” kata Ketut Semadi.

Sedangkan di posko pengungsian, pihaknya menyerahkan logistik makanan, logistik non-makanan, obat-obatan, serta peralatan higienitas untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, yang diterima Kepala Seksi Pemerintahan Desa Banjar Erik Sasrawan.

“Bantuan ini sangat membantu warga kami yang terdampak banjir, khususnya bagi mereka yang masih berada di posko pengungsian. Semoga kepedulian ini membawa manfaat bagi masyarakat Desa Banjar,” ucapnya.

Sebelumnya, banjir bandang melanda Desa Banjar pada Jumat (6/3) malam mengakibatkan tiga orang tewas dan satu orang korban masih dalam pencarian.

Bencana tersebut menyebabkan SD Negeri 5 Banjar terendam banjir dengan ketinggian 1,5 hingga 2 meter, sehingga menyebabkan fasilitas dan peralatan sekolah rusak.

Selain itu, pagar sekolah sepanjang sekitar 30 meter juga roboh akibat derasnya arus air.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat per Senin (9/3) sekitar 34 rumah warga mengalami kerusakan dan merusak sejumlah fasilitas umum. (*)