Tragis! Bocah Sukabumi Tewas Usai Sekujur Tubuh Melepuh

Teks Foto: Screenshot Video saat Kondisi NS saat masih hidup dan dibawa ke rumah sakit, tubuhnya penuh luka dan melepuh.

Linktodaynews.id - Sukabumi

Duka mendalam menyelimuti Anwar, ayah NS (12), bocah asal Kampung Cimandala, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, yang meninggal dunia dan kasusnya kini tengah diselidiki aparat kepolisian.

Di tengah proses autopsi dan laporan hukum yang berjalan, Anwar justru lebih terpukul saat mengenang cita-cita sederhana anaknya.

“Beda dengan orang lain, dia ingin jadi kyai,” ujar Anwar dengan mata berkaca-kaca, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, keinginan itu bukan sekadar angan-angan. Sejak duduk di bangku SMP, NS sudah mondok di pesantren. Bahkan, sudah sekitar satu tahun ia menempuh pendidikan agama dengan harapan kelak bisa menjadi seorang pemuka agama.

Anwar masih mengingat momen terakhir saat ia memberikan uang saku sebesar Rp50 ribu kepada anaknya sebelum kondisi sang anak memburuk.

“Alhamdulillah terus sama dia di kesniin (jidat), katanya buat nanti bekal di pesantren. Yang membuat saya sakit, cita-cita dia menjadi kyai,” tuturnya lirih.

Kasus kematian NS kini telah dilaporkan ke Polsek Jampangkulon. Pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya korban.

“Sudah (bikin laporan), cuma di Polsek Jampangkulon, laporan sementara,” kata Anwar.

Ia berharap, apabila nantinya terbukti terdapat unsur pidana, proses hukum dapat ditegakkan secara adil.

“Kita harus ingat negara kita ini negara hukum. Apa pun perlakuan manusia di muka bumi ini tentunya harus bisa dipertanggungjawabkan, jangan semena-mena,” tegasnya.

Kini, yang tersisa bagi keluarga hanyalah doa dan harapan agar kebenaran terungkap, serta keadilan benar-benar ditegakkan, sementara cita-cita seorang bocah yang ingin menjadi kyai harus terhenti di usia belia. (*)