Teks Foto: Lapas Tanjung Gusta.
Linktodaynews.id - Medan
Berulang-ulang kali jadi bahan pemberitaan awak media tak membuat WBP Bernama Edi Ginting dan Rahmat Gentar menjalankan Modus Penipuan Online Alias Lodes berbasis Handphone (HP) Android dari balik jeruji Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan (sering disebut Lapas Tanjung Gusta).
Bahkan menurut seorang sumber yang sangat dipercaya mengatakan bahwa Edi Ginting dan Rahmat yang diduga sebagai Bos Pengendali Penipuan Online kian hari kian bersinar.
Seorang sumber lainnya mengatakan kepada awak media bahwa Edi dan Rahmat udah seperti 'Raja' di dalam lapas kelas IA Medan.
Lebih lanjut Sumber mengatakan kepada awak media pegawai staf bernama Diki dan Serapin diduga Aktor dibalik Penipuan Online alias Lodes tersebut.
"Diki dan Rapin yang diduga sebagai pengumpul uang untuk para pimpinan lapas kelas IA tanjung gusta menerima uang sebesar 15 jt per minggu dari kamar edi Ginting dan 15 jt dari kamar rahmat dan itu hanya untuk mingguan para petinggi lain request," Kata Sumber, Rabu (6/5/2026).
Sumber menyebutkan, sebelum melakukan aksi tipu tipu biasanya edi dan rahmat memberikan anggota narkoba jenis sabu untuk dikonsumsi agar para pekerja lebih liai dan lincah dalam melakukan aksi lobi-lobi dari melalui hp android, setelah berhasil melakukan aksi tipu-tipu edi dan rahmat menerima sekitar 25 persen dari hasil penipuan dan 20 persen untuk penyedia rekening alias tukang tarek.
"Saat ini Edi Ginting melakukan aksi tipu-tipu alias lodes dari kamar G5 blok T7 sedangkan rahmat beroperasi dari balik kmar B8 blok T3," Ungkap Sumber.
Omset ratusan juta per hari dari hasil penipuan membuat edi dan rahmat seakan kebal hukum Edi dan rahmat juga dikenal sangat royal kepada para petugas terkhusus staf KPLP Diki dan rapin.
Jika hal ini terus menerus dibiarkan tidak kemungkin akan timbul nama-nama lain sebagai pekerja penipuan online alias lodes.
Harapan awak media kepada kalapas kelas 1A tanjung gusta medan fonika untuk segera memindahkn para wbp bermasalah tersebut ke lapas yang ketat, kalau memang bapak itu niat bersih bersih apa susahnya memindahkan para napi tersebut.. Jangan -jangan beliau adalah otak dibalik pelaku krimin penipuan online tersebut ujar sumber kapada awak media.
Saat dikonfirmasi kalapas kelas IA Tanjung Gusta medan Fonika belum memberikan keterangan dan terlihat centang dua, begitu juga dengan KPLP Noah Tarigan terlihat centang dua namun engga memberikan keterangan.
Hal ini menjadi tanda tanya kepada awak media bagaimana seorang WBP yang bolak balik menjadi bahan pembemberitan Awak Media sampai saat ini belum juga diberikan tindakan tegas bahkan sampai saat ini diberitakan kedua WBP tersebut masih melakukan aktivitas Ilegal Penipuan Online. (*)
Berulang-ulang kali jadi bahan pemberitaan awak media tak membuat WBP Bernama Edi Ginting dan Rahmat Gentar menjalankan Modus Penipuan Online Alias Lodes berbasis Handphone (HP) Android dari balik jeruji Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan (sering disebut Lapas Tanjung Gusta).
Bahkan menurut seorang sumber yang sangat dipercaya mengatakan bahwa Edi Ginting dan Rahmat yang diduga sebagai Bos Pengendali Penipuan Online kian hari kian bersinar.
Seorang sumber lainnya mengatakan kepada awak media bahwa Edi dan Rahmat udah seperti 'Raja' di dalam lapas kelas IA Medan.
Lebih lanjut Sumber mengatakan kepada awak media pegawai staf bernama Diki dan Serapin diduga Aktor dibalik Penipuan Online alias Lodes tersebut.
"Diki dan Rapin yang diduga sebagai pengumpul uang untuk para pimpinan lapas kelas IA tanjung gusta menerima uang sebesar 15 jt per minggu dari kamar edi Ginting dan 15 jt dari kamar rahmat dan itu hanya untuk mingguan para petinggi lain request," Kata Sumber, Rabu (6/5/2026).
Sumber menyebutkan, sebelum melakukan aksi tipu tipu biasanya edi dan rahmat memberikan anggota narkoba jenis sabu untuk dikonsumsi agar para pekerja lebih liai dan lincah dalam melakukan aksi lobi-lobi dari melalui hp android, setelah berhasil melakukan aksi tipu-tipu edi dan rahmat menerima sekitar 25 persen dari hasil penipuan dan 20 persen untuk penyedia rekening alias tukang tarek.
"Saat ini Edi Ginting melakukan aksi tipu-tipu alias lodes dari kamar G5 blok T7 sedangkan rahmat beroperasi dari balik kmar B8 blok T3," Ungkap Sumber.
Omset ratusan juta per hari dari hasil penipuan membuat edi dan rahmat seakan kebal hukum Edi dan rahmat juga dikenal sangat royal kepada para petugas terkhusus staf KPLP Diki dan rapin.
Jika hal ini terus menerus dibiarkan tidak kemungkin akan timbul nama-nama lain sebagai pekerja penipuan online alias lodes.
Harapan awak media kepada kalapas kelas 1A tanjung gusta medan fonika untuk segera memindahkn para wbp bermasalah tersebut ke lapas yang ketat, kalau memang bapak itu niat bersih bersih apa susahnya memindahkan para napi tersebut.. Jangan -jangan beliau adalah otak dibalik pelaku krimin penipuan online tersebut ujar sumber kapada awak media.
Saat dikonfirmasi kalapas kelas IA Tanjung Gusta medan Fonika belum memberikan keterangan dan terlihat centang dua, begitu juga dengan KPLP Noah Tarigan terlihat centang dua namun engga memberikan keterangan.
Hal ini menjadi tanda tanya kepada awak media bagaimana seorang WBP yang bolak balik menjadi bahan pembemberitan Awak Media sampai saat ini belum juga diberikan tindakan tegas bahkan sampai saat ini diberitakan kedua WBP tersebut masih melakukan aktivitas Ilegal Penipuan Online. (*)