kritis, Satria Arta Kumbara Pecatan TNI Gabung Tentara Bayaran Rusia Terluka Terkena Drone Ukraina

Teks Foto: Tangkapan Layar Tiktok Ruslan Buton tentang Percakapan Satria Arta Kumbara dengan Ruslan Buton di Whatsapp diunggah Minggu 24 Agustus 2025

Linktodaynews.id - Jakarta

Beredar video detik-detik memperlihatkan kondisi kritis Satria Arta Kumbara  mantan anggota Marinir TNI dan kini menjadi tentara bayaran Rusia tengah terluka.

Dalam rekaman tersebut, Satria tampak mengalami luka serius di bagian kepala, diduga akibat serangan drone kamikaze dari pasukan Ukraina.

Wajahnya dipenuhi luka dan darah, sementara ia terlihat terbaring lemah di medan perang.

Meski dalam kondisi sekarat, Satria masih sempat menyampaikan pesan menyentuh untuk tanah airnya, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.

"Dirgahayu Republik Indonesia. Semoga rakyatnya sejahtera dan Indonesia bisa menciptakan banyak lapangan kerja di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Sekali merdeka tetap merdeka," ucap Satria dalam video, Minggu (24/8/2025).

Pesan tersebut dikirimkan kepada influencer Ruslan Buton pada Rabu lalu, 20 Agustus 2025.

Dalam komunikasi terakhirnya, Satria mengaku tengah berada dalam kondisi kritis setelah dihujani serangan mortir dan drone dari Ukraina.

"Satria mengalami luka serius akibat percikan peluru. Kepalanya penuh luka," ujar Ruslan melalui akun TikTok miliknya pada Jumat, 22 Agustus 2025.

Informasi terakhir menyebutkan bahwa Satria telah dievakuasi dari lokasi pertempuran, meski proses evakuasi berlangsung di tengah situasi yang sangat genting.

Hingga kini, Ruslan mengaku belum dapat kembali menghubungi Satria setelah pesan terakhir tersebut.

Satria, Terancam tak bisa pulang ke tanah air lantaram status kewarganegaraannya sudah pasti hilang setelah resmi dicabut, begini nasib mantan anggota Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) Satria Arta Kumbara. 

Padahal, kepulangam Satria sudah sangat dinantikan pihak keluarga di rumah, Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. (*)