Teks Foto: Screenshot Video Viral.
Linktodaynews.id - Toba
Warga di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara, digegerkan dengan penemuan seekor ikan mas berukuran raksasa oleh seorang pemancing. Ukuran ikan yang tak biasa itu membuat warga sekitar berdatangan untuk melihat langsung.
Namun, alih-alih dibawa pulang, ikan tersebut justru diminta untuk dilepaskan kembali ke danau. Warga sekitar menyebut ikan mas sebesar itu dianggap keramat dan tidak boleh diambil, karena dipercaya bisa membawa musibah bagi siapa pun yang membawanya pulang.
“Udah dari dulu orang tua bilang, kalau ikan besar di danau jangan dibawa. Itu ikan penunggu,” ujar salah satu warga yang menyaksikan kejadian itu.
Akhirnya, pemancing bersama warga berfoto bersama ikan tersebut sebelum melepaskannya kembali ke perairan Danau Toba.
Video dan foto kejadian itu pun cepat beredar di media sosial dan menjadi bahan perbincangan hangat. Banyak warganet antara takjub dan merinding melihat ukuran ikan tersebut, sementara sebagian lain menyebutnya sebagai tanda alam yang tak boleh diabaikan. (*)
Warga di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara, digegerkan dengan penemuan seekor ikan mas berukuran raksasa oleh seorang pemancing. Ukuran ikan yang tak biasa itu membuat warga sekitar berdatangan untuk melihat langsung.
Namun, alih-alih dibawa pulang, ikan tersebut justru diminta untuk dilepaskan kembali ke danau. Warga sekitar menyebut ikan mas sebesar itu dianggap keramat dan tidak boleh diambil, karena dipercaya bisa membawa musibah bagi siapa pun yang membawanya pulang.
“Udah dari dulu orang tua bilang, kalau ikan besar di danau jangan dibawa. Itu ikan penunggu,” ujar salah satu warga yang menyaksikan kejadian itu.
Akhirnya, pemancing bersama warga berfoto bersama ikan tersebut sebelum melepaskannya kembali ke perairan Danau Toba.
Video dan foto kejadian itu pun cepat beredar di media sosial dan menjadi bahan perbincangan hangat. Banyak warganet antara takjub dan merinding melihat ukuran ikan tersebut, sementara sebagian lain menyebutnya sebagai tanda alam yang tak boleh diabaikan. (*)