492 SPPG di Sumatera Ditutup karena Tak Bersertifikat Higienis, 252 di Sumut

Teks Foto: Ilustrasi Petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Linktodaynews.id - Medan

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I, Harjito mengatakan Ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sumatra Utara (Sumut) akan ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).

"Data per 7 Maret 2026 pukul 11.00 menunjukkan terdapat 492 SPPG di wilayah Sumatera yang belum mendaftarkan SLHS," kata Harjito dalam keterangan pers, Sabtu (7/3/2026). 

Ia mengatakan penutupan sementara ini dilakukan sebagai langkah penegakan standar keamanan dan kelayakan dapur dalam pelaksanaan Program MBG. 

Seluruh SPPG yang telah beroperasi diwajibkan memenuhi standar higiene dan sanitasi, termasuk melalui proses pendaftaran dan verifikasi SLHS di dinas kesehatan setempat.

"Suspend ini merupakan langkah korektif agar seluruh dapur yang beroperasi benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan," ujar Harjito. 

Harjito menegaskan bahwa BGN akan memberikan kesempatan bagi seluruh SPPG untuk segera melengkapi kewajiban administrasi dan standar sanitasi. 

"Setelah proses pendaftaran dan verifikasi selesai, operasional dapat kembali dibuka," ucapnya. 

Selanjutnya, untuk mempercepat proses pendaftaran SLHS.  ia mengimbau seluruh pengelola SPPG yang terdampak untuk segera berkoordinasi

"Kami berharap SPPG dapat segera melengkapi persyaratan yang dibutuhkan agar layanan dapat kembali berjalan dan manfaat program MBG tetap dapat dirasakan oleh masyarakat," Pungkasnya. (*)