Teks foto: Ilustrasi Pelajar SMP di Ruang kelas sekolah
Linktodaynews.id - DIY
Tahun ajaran baru tahun 2025-2026, sejumlah sekolah di Gunungkidul sudah dihadapkan pada kenyataan pahit, bangku-bangku kosong yang tak tersentuh calon siswa. Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mencatat sebanyak 20 Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta tidak mendapatkan satu pun siswa baru pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Di balik catatan ini, ada ironi besar yang mencuat yaitu jumlah lulusan Sekolah Dasar (SD) di Gunungkidul ternyata lebih sedikit dibandingkan total kuota yang disediakan seluruh SMP, baik negeri maupun swasta.
"Total ada 106 SMP di Gunungkidul. Yang tidak dapat murid ada 20, semuanya sekolah swasta," ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul, Agus Subaryanta, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (07/7/2025).
Pengumuman hasil SPMB sendiri telah dilakukan pada Jumat (4/7/2025). Namun, Dinas belum bisa merinci sekolah mana saja yang tidak memperoleh siswa. Saat ini, mereka masih menanti data final hingga proses pendaftaran ulang rampung pada 8 Juli mendatang.
"Data kekurangan siswa di masing-masing sekolah diperkirakan akan terlihat pada 9 Juli 2025," kata Agus.
Kekosongan murid bukan hanya soal minat atau reputasi sekolah, tapi juga karena ketimpangan antara kapasitas dan jumlah lulusan. Agus menjelaskan, tahun ini total kuota yang tersedia untuk SMP di Gunungkidul mencapai 9.216 siswa. Sementara itu, lulusan SD hanya berjumlah 7.903 anak.
"Dari sisi jumlah saja, kita sudah kekurangan hampir 1.300 siswa. Ini tentu berpengaruh, terutama bagi sekolah swasta yang memang banyak mengandalkan kuota dari luar jalur zonasi," kata Agus.
Ia juga menyebut bahwa setiap rombongan belajar idealnya diisi 32 siswa. Namun, kondisi saat ini jauh dari ideal. Meski pendaftaran dibuka melalui beberapa jalur diantaranya Jalur prestasi dilaksanakan pada 23–25 Juni, sementara afirmasi dan mutasi orangtua dari 30 Juni hingga 2 Juli 2025.
"Saat ini, proses daftar ulang tengah berlangsung selama dua hari, dari 7 hingga 8 Juli," ulasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini secara teknis berjalan lancar. "Semua server dan aplikasi kami pastikan berjalan dengan baik. Tidak ada kendala selama proses seleksi berlangsung," pungkasnya. (*)
Tahun ajaran baru tahun 2025-2026, sejumlah sekolah di Gunungkidul sudah dihadapkan pada kenyataan pahit, bangku-bangku kosong yang tak tersentuh calon siswa. Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mencatat sebanyak 20 Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta tidak mendapatkan satu pun siswa baru pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Di balik catatan ini, ada ironi besar yang mencuat yaitu jumlah lulusan Sekolah Dasar (SD) di Gunungkidul ternyata lebih sedikit dibandingkan total kuota yang disediakan seluruh SMP, baik negeri maupun swasta.
"Total ada 106 SMP di Gunungkidul. Yang tidak dapat murid ada 20, semuanya sekolah swasta," ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul, Agus Subaryanta, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (07/7/2025).
Pengumuman hasil SPMB sendiri telah dilakukan pada Jumat (4/7/2025). Namun, Dinas belum bisa merinci sekolah mana saja yang tidak memperoleh siswa. Saat ini, mereka masih menanti data final hingga proses pendaftaran ulang rampung pada 8 Juli mendatang.
"Data kekurangan siswa di masing-masing sekolah diperkirakan akan terlihat pada 9 Juli 2025," kata Agus.
Kekosongan murid bukan hanya soal minat atau reputasi sekolah, tapi juga karena ketimpangan antara kapasitas dan jumlah lulusan. Agus menjelaskan, tahun ini total kuota yang tersedia untuk SMP di Gunungkidul mencapai 9.216 siswa. Sementara itu, lulusan SD hanya berjumlah 7.903 anak.
"Dari sisi jumlah saja, kita sudah kekurangan hampir 1.300 siswa. Ini tentu berpengaruh, terutama bagi sekolah swasta yang memang banyak mengandalkan kuota dari luar jalur zonasi," kata Agus.
Ia juga menyebut bahwa setiap rombongan belajar idealnya diisi 32 siswa. Namun, kondisi saat ini jauh dari ideal. Meski pendaftaran dibuka melalui beberapa jalur diantaranya Jalur prestasi dilaksanakan pada 23–25 Juni, sementara afirmasi dan mutasi orangtua dari 30 Juni hingga 2 Juli 2025.
"Saat ini, proses daftar ulang tengah berlangsung selama dua hari, dari 7 hingga 8 Juli," ulasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini secara teknis berjalan lancar. "Semua server dan aplikasi kami pastikan berjalan dengan baik. Tidak ada kendala selama proses seleksi berlangsung," pungkasnya. (*)